Oknum Marinir Pangkalan Berandan Gelapkan Mobil, Pasutri di Mabar Menjerit Hilangnya Mata Pencairan, Setelah Lapor ke POM Kini Lapor ke Dankodaeral I

Topmetro.co, Medan I Pasangang Suami Istri (Pasutri) Sudirman dan Sutriani warga Jalan Mangaan IX Lingk 18 Kelurahan Mabar Medan Deli menjerit pilu, pasalnya mereka tak ada sarana mencari nafkah lagi, akibat Mobil Rush milik mereka digelapkan Kopda MI bertugas di Yonmarhanlan Yonif 8 Pangkalan Berandan sejak 22 Juli 2026 lalu.

Akibatnya pasangan ini mata pencarian nya terputus dan hutang menumpuk guna memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya mencari keberadaan oknum Marinir dan mencari keberadaan mobil Rush BK 1872 AEF milik mereka yang digelapkan tersebut.

Menurut Pasutri ini kepada wartawan, Kamis (23/9/2026) mengaku, setelah melapor ke Polisi Militer Kodaeral I sesuai LP Nomor STPL/04/VIII/2026 Kamis 20 Agustus 2026, kini berharap bantuan dan perlindungan hukum ke Komandan Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I Laksamana Muda TNI Deny Septiana SIP MAP sesuai surat Sutriani tanggal 15 Agustus 2026.

Dalam suratnya yang dikirim ke Dankodaeral I tanggal 17 Agustus 2026 ini, Sutriani bermohon bantuan kepada Komandan Kodaeral I dan jajaran untuk mendapatkan solusi agar mobil saya tersebut bisa kembali guna sebagai mata pencarian untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Saya juga bermohon perlindungan hukum kepada Bapak semoga laporan yang saya sampaikan segera dituntaskan dan pelaku serta pihak yang terlibat bisa menerima sanksi sesuai hukum berlaku,” tegasnya.

Sutriani dengan linangan air mata menceritakan, mobil Toyota Rush miliknya digelapkan Kopda MI bertugas di Yonmarhanlan Yonif 8 Pangkalan Berandan sejak 22 Juli 2026 lalu dengan modus rental. Kejadian ini dilaporkan Sutriani ke Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Kodaeral I di Medan Belawan.

Penggelapan yang dialami Sutriani berakibat kerugian 200 an juta rupiah dan hilangnya mata pencarian pasangan suami istri Sutriani dan Sudirman ini. Laporan di Pomal Kodaeral I sesuai LP Nomor STPL/04/VIII/2026 Kamis 20 Agustus 2026 diterima Perwira Jaga atasnama Komandan Pomal Kodaeral I Lettu Laut E Sianipar.

Sutriani dan suaminya Sudirman yang memang usaha sehari hari rental mobil percaya ke Kopda IM karena orangtua bertetangga hingga menyerahkan mobil Rush tersebut. “Janji Kopda M***** I**** mau sewa selama 5 hari, lalu di hari ke lima ditambah 2 hari, tapi hingga saat ini tak dikembalikan,” kata Sudirman terbata karena stress memikirkan nasib keluarganya tanpa mata pencarian itu.

Sudirman didampingi Sutriani, mengaku sewa Mobil Rushnya perhari di bandrol Rp. 300 ribu yang digunakan sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. “Kini tak ada lagi penghasilan kami. Tak tahu kapan mobil nya balik dan pelaku penggelapan ditangkap,” ujarnya yang terlihat matanya berkaca menahan kesedihan.

Dia mengaku, Kopda IM dan orangtuanya pernah dibawa ke Pomal Kodaeral I sekitar akhir Agustus 2026 dihadapkan ke pemeriksa dan dirinya mewakili istrinya. “Pomal pernah mempertemukan saya dengan Kopda M***** I**** didampingi Ayahnya. Oknum Marinir berjanji akan segera mengembalikan mobil saya. Tapi semua hanya tipu muslihatnya. Ayah Kopda M***** I**** saat di Pomal ngaku menjamin anaknya, saat ini buang badan,” ceritanya.

Belakangan ini, Sutriani mengaku, mendapatkan informasi bahwa mobil Rush milik nya berada ditangan seseorang di daerah Kota Binjai dengan meminta tebusan Rp. 75 juta untuk mendapatkan kembali mobil yang digelapkan oleh Kopda MI itu. “Kami dikirimi foto dan video mobil dan STNK, diminta menebus 75 juta kalau mau Mobil kami kembali. Mana ada uang kami segitu, mau kami cicilpun tak dikasi,” pungkasnya sembari berurai air mata.

Dankodaeral I melalui Kadispen Kolonel Wahyu Kurniawan kepada media ini, Senin (14/8/2026) mengaku, laporan Sutriani korban penggelapan mobil oleh Kopda MI saat ini diproses di Polisi Militer Kodaeral I. Disampaikannya, sesuai info, Kopda MI saat ini kabur dan dalam pengejaran.

“Tim POM Kodaeral I sedang mencari terlapor, kalau dalam 14 hari tak ditemukan, akan dinyatakan diserse,” kata Kolonel Wahyu Kurniawan.

Belum diperoleh keterangan dari Komandan Polisi Militer Kodaeral Kolonel Triono Adi Susilo. Berulang dikonfirmasi, perwira menengah TNI AL ini tak merespon media. (TM/REL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *