Topmetro.co, Kuala Lumpur I Malaysia Aviation Group (MAG) menegaskan bahwa pilot Malaysia Airlines yang ditahan di Jakarta dalam insiden baru-baru ini tidak sedang menerbangkan pesawat. MAG juga memastikan keselamatan penerbangan tidak terdampak oleh kejadian tersebut.
Dikutip dari Malaymail, pilot tersebut merupakan second officer yang berada di cockpit jump seat sebagai pengamat, bukan pilot yang mengendalikan pesawat.
MAG menyebut pilot tersebut telah menjalani masa tidak bertugas selama dua hari sebelum insiden terjadi. Penerbangan tetap dioperasikan oleh dua pilot yang memenuhi kualifikasi sesuai prosedur.
Perusahaan menilai tindakan pilot tersebut tidak dapat diterima dan telah melanggar standar profesional yang berlaku bagi seluruh personelnya.
Presiden sekaligus Group Chief Executive Officer MAG, Kapten Nasaruddin A. Bakar, mengatakan keselamatan operasional dan kesiapan kru untuk bertugas merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar.
Ia menegaskan MAG menanggapi serius setiap pelanggaran terkait standar keselamatan. Maka ,dari itu perusahaan akan segera mewajibkan pelaksanaan tes narkoba bagi seluruh pilot aktif.
Menurut Nasaruddin, insiden tersebut merupakan kasus yang tidak mencerminkan profesionalisme mayoritas karyawan Malaysia Airlines. Namun, MAG akan terus memperkuat sistem pengawasan untuk menjaga kepercayaan penumpang dan para pemangku kepentingan.
MAG telah memulai tahap pertama tes narkoba wajib terhadap seluruh pilot di bawah naungannya, dimulai dari 1.260 pilot Malaysia Airlines.
Pemeriksaan ditargetkan akan selesai pada 15 Agustus 2026. Pilot yang belum menjalani tes hingga batas waktu tersebut tidak akan diizinkan menerbangkan pesawat sampai dinyatakan memenuhi persyaratan sesuai prosedur perusahaan dan ketentuan regulator.
Ke depannya, MAG juga akan menerapkan tes narkoba wajib secara berkala bagi seluruh pilot aktif sebagai pelengkap program pemeriksaan acak yang telah berjalan. Kebijakan serupa kemudian akan diberlakukan kepada awak kabin aktif.
Perusahaan menyatakan langkah tersebut melengkapi sistem pemeriksaan kesiapan bertugas yang telah diterapkan selama ini. Sistem tersebut mencakup pemeriksaan sebelum bekerja, sertifikasi kesehatan Kelas 1 bagi pilot, pelatihan berkala, tes alkohol dan narkoba secara periodik, serta pemeriksaan sebelum penerbangan untuk memastikan lisensi, sertifikat kesehatan, pelatihan, dan masa berlaku kualifikasi pilot masih memenuhi persyaratan.
Sebelum penerbangan, para pilot juga menjalani penilaian IMSAFER untuk mengevaluasi kesiapan fisik dan mental masing-masing. Proses tersebut dilengkapi penerapan prinsip Threat and Error Management (TEM) guna mengidentifikasi dan mengelola risiko operasional.
MAG menegaskan akan terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, aparat penegak hukum, dan regulator untuk memperkuat langkah pencegahan serta memastikan seluruh operasionalnya mematuhi ketentuan yang berlaku. (IDN/TM)













