Daerah  

Muhammad Zakiruddin, Pengusaha Muda Asal Aceh Tamiang Terjun ke Politik Bertekad Membantu Masyarakat Lemah

Topmetro.co, Aceh Tamiang – Gelara Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, tinggal hitungan hari. Para kontestan Calon Legislatif (Caleg) dari berbagai Partai Politik Nasional (Parnas) dan Partai Politik Lokal (Parlok) pun telah mempersiapkan “panggung” kampanye untuk memikat hati rakyat, agar dipilih oleh rakyat, agar bisa mendapatkan kursi di Gedung wakil rakyat (DPR, red).

Segudang janji politik tentu sudah dipersiapkan oleh para Caleg untuk disampaikan kepada rakyat. Persoalan Caleg tersebut nantinya terpilih menjadi anggota DPR, kemudian menepati janji – janjinya atau tidak?, yang jelas, banyak cara dan upaya dilakukan para Caleg untuk  mendapatkan target suara terbanyak dikancah persaingan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Setiap digelarnya Pemilu, wajah – wajah baru dari berbagai profesi, juga tidak sedikit bermunculan untuk ikut serta menjadi peserta Caleg. Ada yang kesehariannya menjadi petani, ada mantan (pensiunan) anggota TNI /Polri, dan juga ada dari kalangan pengusaha serta pengacara.
Dari kesemuanya itu, ternyata ada sosok pria yang dikenal baik kepribadiannya, dulu pernah menggeluti berbagai bisnis barang impor, kini pengusaha muda Aceh Tamiang itu, ikut kontestan untuk bertarung mendapatkan target perolehan suara menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Daerah Pemilihan (Dapil) 7, Langsa dan Aceh Tamiang. pada Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2024 mendatang. Pengusaha muda itu bernama lengkap Muhammad Zakiruddin alias Zek, (44), warga asli Aceh Tamiang.

Dalam perbincangan belum lama ini, Muhammad Zakiruddin, Calon Legislatif (Calog) nomor urut lima (5) dari Partai Aceh (PA) itu kepada topmetro.co, mengaku tertarik terjun ke dunia politik dan ikut menjadi kontestan di Pileg tahun 2024 mendatang, karena dirinya ingin bisa lebih membantu masyarakat lemah, serta memperbaiki dan memperbarui real fisik di perkampungan Kabupaten Aceh Tamiang, pada umumnya.

“Meski sebagai pengusaha, kemampuan saya sangat terbatas untuk memberikan batuan kepada masyarakat lemah. Insya Allah, bila dipercaya oleh masyarakat menjadi anggota DPRA, tentu saya akan bisa lebih leluasa membantu masyarakat yang taraf hidup ekonominya lemah. Doa kan saja ya,” kata Muhammad Zakiruddin.

Selain mengantongi keinginan mulia itu, pria yang pandai bergaul dengan siapa pun itu, ternyata juga berkeinginan membangun peradaban Islam dan dunia pendidikan untuk putra putri Aceh Tamiang yang cerdas dan berakhlaqul qarimah.

“Peradaban Islam di Aceh, harus bisa terus kita pertahankan. Bahkan dunia  pendidikan di Aceh harus bisa ditingkatkan kualitasnya, agar generasi muda Aceh bisa bersaing Sumber Daya Manusia (SDM) dengan provinsi lainnya yang ada di negeri ini. Dan itu juga cita – cita saya bila terpilih nanti,” ungkap Muhammad Zakiruddin.

Ditanya mengapa memilih Partai Aceh, sebagai kendaraan politiknya untuk menjadi anggota DPRA?. Muhammad Zakiruddin mengatakan dirinya ikut sebagai kontestan Pileg 2024, dan memilih bergabung di partai lokal (Partai Aceh, red) karena ia ingin membawa Partai Aceh ke nuansa berbeda dan memberikan warna pada Kontes Pemilu 2024, serta memberikan wajah baru pada Dapil 7 Langsa – Aceh Tamiang secara konkrit dalam segala aspek.

“Karena saya putra Aceh asli, tentu saya sangat bangga bisa bergabung dengan Partai Aceh. Dengan kita memilik partai lokal, disini lah kesempatan kita bisa memperjuangkan nasib saudara – saudara saya di Aceh, menuju arah yang lebih baik,” terang Muhammad Zakiruddin.

“Selain itu, menurut Muhammad Zakiruddin, program – program Partai Aceh sangat mengarah menyentuh langsung pada rakyat kecil di Aceh. Seperti program BPJS Kesehatan gratis, Pendidikan gratis, semua itu berkat terobosan dan program Partai Aceh yang kini telah dirasakan oleh seluruh masyarakat Aceh.

“Yang jelas, jika amanah itu diberikan kepada saya nanti menjadi anggota DPRA, agenda utama saya kunjungi, yakni daerah perkampungan terpencil dan wilayah pesisir. Karena di daerah tersebut masih banyak masyarakat yang terabaikan harkat kesejahteraan hidupnya. Termasuk infrastruktur pasti tidak memadai. Dan saya pasti melakukan perubahan untuk itu,” janji Muhammad Zakiruddin mengakhiri. (TM/Sutrisno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *