Lapor Pak Kapolres Asahan, Peredaran Pod Getar di Asahan Marak 

Topmetro.co, Asahan I Memasuki bulan ke-4 tahun 2026, penjualan Pod Getar semakin marak di Kabupaten Asahan, khususnya di Kota Kisaran.

Padahal, pertengahan tahun 2025 hingga bulan Februari tahun 2026, Satnarkoba Polres Asahan berhasil mengamankan sedikitnya 2.690 cartridge vape, cairan mengandung Narkotika yang ada di dalam pod getar berikut 4 orang pelaku.

Hal ini tentu saja menjadi tanda tanya besar dan perbincangan masyarakat khususnya kalangan Jurnalis di Asahan. Apakah pengungkapan kasus itu justru semakin mendongkrak peredaran pod getar.

“Banyak ditangkapi, tapi kok malah makin kek jual kacang pula pod getar di Asahan ini, khususnya di Kota Kisaran. Harusnya makin banyak ditangkapi makin sikit lah,” celetuk Dolly Simbolon, kepada jurnalis online saat bertemu.

Dolly menyebut, pihak Polres Asahan dalam hal ini Satnarkoba harus memberantas peredaran pod getar. Karena ditakutkan, akan banyak para remaja yang akan menjadi korban.

“Pod getar ini beda sama narkoba yang lain. Dia lebih berkelas. Karena dipadu dengan Vape. Makenya pun bisa dimana aja, gak harus tempat tertutup. Jadi saya harap pihak Satnarkoba segera bertindak sebelum banyak remaja menjadi korban,” tegas Dolly, yang juga Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Asahan ini saat bertemu, Senin (06/04/26).

Hasil investigasi wartawan di lapangan, adapun sejumlah merk Pod Getar yang diminati saat ini yakni Narkoba, Yakuza, K-Pods dan Lamborghini 88.

“Soal harga bervariasi. Ada yg Rp 2,2 juta langsung liquid, ada yang Rp 1,2 juta – Rp 1,8 juta gk pake liquid,” beberapa sumber.

“Trimakasih infonya pak, kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan atas info tersebut,” balas Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani SIK dimintai tanggapannya. (TM/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *