Topmetro.co, Asahan I Topmetro.co:Ratusan Kelompok Tani (Koptan) dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKT)I Asahan geruduk kantor PT. BSP Kisaran, Kamis (13/8/20206) sekira pukul 10:30 WIB.
Kedatangan mereka dengan aksi damai ke kantor perusahaan kebun tersebut mau mempertanyakan apa alasan Perusahaan Terpadu Bakrie Sumatera Plantations (PT, BSP) Kisaran melakukan pengerusakan pada posko mereka.
Namun, sampai ke kantor kebun sawit swasta tersebut massa Koptan disambut dengan penghadangan dengan memblokade jalan kebun dengan kawat berduri dan puluhan satpam yang bersiap siaga memegang pentungan dan tameng serta membawa beberapa anjing untuk menghadang massa.
Melihat kedatangan massa yang melakukan aksi damai namun disambut Satpam BSP dengan anjing dan blokade kawat berduri. Massa langsung berupaya membuka kawat berduri dengan memotong kawat agar bisa masuk ke kantor BSP.
Akan tetapi, aksi pemotongan kawat berduri yang diilakukan massaa itu membuat kemarahan satpam BSP yang sedari tadi berjaga-jaga sikap pelarangan itu membuat massa marah dengan memaki dan melontarkan kata umpatan.
Diduga kesal dan emosi lihat sikap warga Koptan, pihak satpam BSP langsung melakukan tindakan anarkis dengan memukul warga dengan pentungann yang dipegang mereka. Melihat aksi itu, massa langsung marah dan menggeruduk satpam BSP yang membawa pentungann dan tameng.
Mungkin kalah jumlah dengan masa pendemo yang berjumlah ratusan itu satpam langsung mengerahkan anjing-anjing untuk menghalau warga agar mundur dari lokasi.
Akibat adanya aksi pengerahan anjing itu, bukannya mundur. Massa langsung emosi dengan menyiram satpam dengan air mineral cup. Namun, pelemparan sisa air cup itu dibalas satpam BSP dengan melempar massa koptan dengan batu -batu.
Sehingga, akibat dari pelemparan batu yang dilakukan oleh puluhan satpam BSP. Kaca mobil Komando pembawa soundsistem dan kaca mobil pembawa massa koptan pecah dilempar batu.
Melihat dua kaca mobil pecah, warga koptan langsung membalas dengan kembali melemparkan batu-batu yang dilemparkan pihak satpam BSP
Hujan batu antara satpam dengan massa koptan tidak dapat dihindarkan lagi. Setengah jam berlangsung aksi saling lempar batu terjadi dilokasi. Untung saja aksi saling lempar batu bisa diredakan cepat oleh Sat Intelkam Polres Asahan.
Saat aksi lempar batu mereda, Hendra Syahputra (43), seorang warga yang akan melerai kawannya sedang adu mulut dengan satpam BSP tiba-tiba dikeroyok oleh puluhan Satpam BSP.
Akibat dari aksi pengeroyokan itu, pelipis mata kanan korban pecah dan tangan serta kepala luka-luka akibat kena pentungan. Dengan adanya insiden tersebut, Hendra langsung dibawa ke RSUD HAMS Kisaran untuk berobat dan melakukan visum agar melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Asahan.
Dari peristiwa tersebut, sebanya 5 orang warga koptan mengalami luka-luka. Semuanya sudah dievakuasi ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Ini perbuatan biadab dan sangat keji. Kami aksi damai datang ke kantor PT BSP Kisaran untuk menanyakan kenapa posko kami dihancurkan. Tapi kami disambut dengan kawat berduri dan anjing serta puluhan satpam yang bawa pentungan. Perusahaan kebun yang sudah habis HGU nya ini sangat otoriter kali. Sudah layak Pemerintah tidak memperpanjang HGU nya,” ujar Syafruddin Harahap kordinator aksi pada wartawan.
“Dari kericuhan tersebut. Ada sebanyak lima orang anggota Koptan kami mengalami luka-luka yang dibawa ke Rumah sakit. Dua kaca mobil pecah karena dilempar Satpam BSP,” jelas Syafruddin Harahap yang juga mengaku akan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Asahan. (TM/Dolly Simbolon)
















